What It Feels Like To Be Grateful

Sudah setahun lebih saya tidak membuka blog ini pun sudah setahun lebih saya tidak menulis. cukup rindu juga, mengingat menulis adalah salah satu hal yang membuat saya tetap wajar diantara kesibukan dunia.

Kala itu saya menulis dan membuat blog ini karena sedang dekat dengan seseorang dan percakapan kami saat itu membuat saya terinspirasi untuk membuat blog ini. Bisa dibilang, hampir semua post di blog ini terinspirasi olehnya.

Sekarang saya berpikir untuk tidak menuliskan hal-hal remeh seperti post-post saya sebelumnya. eits, saya tidak bilang bahwa emosi dan perasaan dari sukma seseorang itu remeh. Hanya saja saya ingin mencakup tulisan yang lebih luas dan untuk tulisan kali ini saya mau membahas what it feels like to be grateful .

Kegundahan hati menjelang pengumuman tes masuk universitas membuat saya menyadari suatu hal yang pasti.

Kita mulai dari cerita saya duduk di sekolah dasar. Meski masih SD saya memiliki kemauan yang tinggi untuk masuk ke SMP favorit, sebut saja SMP A. Setelah melalui serangkaian tes saya pun dinyatakan gagal alias tidak lulus. Lalu ketika pengumuman NUN (Nilai Ujian Nasional) sebetulnya saya bisa masuk melalui NUN, karena kebetulan sekolah tersebut juga membuka jalur NUN untuk masuk, namun saya memilih untuk tidak mendaftar karena terlanjur sakit hati.

Saya pun melanjutkan pendidikan saya di sekolah lain dan kembali bercita-cita untuk masuk ke SMA Favorit, sebut saja SMA A. Saya pun Alhamdulillah diberikan kesempatan oleh Allah swt. untuk dapat melanjutkan pendidikan saya di sekolah tersebut.

Kelas 1 SMA saya mendaftarkan diri ke program pertukaran pelajar satu tahun ke Amerika. Itu sudah merupakan cita-cita dan tujuan saya begitu masuk SMA. Biar saya jelaskan sedikit mengenai program yang saya daftarkan. Program pertukaran pelajar ini sebenarnya bekerja sama dengan beberapa negara di dunia setelah Anda dinyatakan lulus menjadi kandidat, Anda dapat mendaftarkan ke program beasiswa (100% free) hanya ke Amerika. Kalaupun Anda tidak mendaftar ke program beasiswa tersebut Anda tetap dapat berangkat asal membayar biaya program pertukaran pelajar (yang pasti sangat mahal) ke negara kerjasama lainnya. Saya mengikuti serangkaian tes hingga berhasil dinyatakan sebagai kandidat. Sayangnya, sekolah saya di-blacklist dari program beasiswa karena sebelumnya ada siswa dari sekolah saya yang mendapat beasiswa namun tidak jadi diambil karena mendapatkan program lain. Saya pun masih dapat berangkat pertukaran pelajar asal bersedia membayar biaya program. Karena sangat mahal dan tidak ingin merepotkan orangtua akhirnya saya harus merelakan cita-cita saya untuk pergi pertukaran pelajar.

Dari seluruh rangkaian kejadian kecil dari hidup saya, saya menyadari bahwa Tuhan selalu memberikan apa yang saya doakan. Seandainya pun belum saatnya, Tuhan menunjukkan pada saya bahwa saya bisa. Saya hampir disana. And I’m so lucky to be able to realized it. Hope you also realize that God always there listening to your prayers.

-Asa, 290618

Advertisements

Bolehkan aku berkenalan denganmu?

Bolehkah aku berkenalan denganmu?

Berkenalan dengan masalahmu dan bagaimana caramu mengatasinya? aku ingin ikut di dalamnya.

Berkenalan dengan hal-hal yang membuatmu tersenyum dan bagaimana kau menciptakannya? aku ingin ikut menghidupkannya.

Dan di antara semua itu ajaklah aku berkenalan dengan dirimu yang sebenarnya.

Yang tidak tersenyum kala sore itu, disaat segala sendu menyelimuti,

Yang tidak tabah ketika rasanya seluruh dunia memusuhi,

Seribu wajah yang kau tampakkan, ajaklah aku bertemu dengan yang satu. yang sebenarnya kau. yang seutuhnya kau.

Jadi, bolehkah aku berkenalan denganmu?

-Asa, 060517

Percakapan

“Kembalikan,”

Dia menatapku dalam, ku berusaha tak tenggelam

“Ku bilang kembalikan,”

Dari sekian juta kali kuperhatikan tatapannya, baru kali ini aku lihat tatapannya nanar. apa boleh buat, harus kukatakan.

“Kau curi hatiku waktu itu tiba-tiba dan kemudian hilang tanpa permisi. sudah cukupkah kau rusaki?”

-Asa, 050517

Percakapan Tuan Nona Pt.2

Tuan : Hei, kau tahu mengapa Tuhan menciptakan senyum?

Nona menggeleng lirih

Tuan : Senyum itu luar biasa, lho. ia dapat dimengerti oleh seluruh makhluk di belahan bumi manapun. Coba saja kau buktikan. Pergi kau ke Zimbabwe maupun Tiongkok, ketika kau tersenyum, artinya akan sama. Mengindikasikan bahwa kau bahagia

Tuan tersenyum.

Tuan : Begitupula wajah murung dan air mata. Hapus, Na. Hapus! Jika tidak, seluruh dunia akan tahu bahwa kau bersedih!

-Asa, 020217

Percakapan Tuan Nona Pt.1

Tuan : Berangkat jam berapa?

Nona : rumahku jauh, mungkin jam setengah enam.

Tuan : jadi? kau sarapan dijalan?

Nona : Iya, kenapa kau bisa tahu?

Tuan : Kamu pernah bercerita beberapa ratus senja yang lalu.

Nona : Wah? Ingatan kau kuat juga ya.

Tuan : Ya, begitulah ingatan. kadang dipakai untuk memutar ulang hal yang mungkin takkan terulang.

Nona : Lho, ini kan terulang?

Tuan : Maksudnya, momen kau bercerita tentang itu yang takkan terulang

-Asa, 010217

Kilas Balik

Masihkah kamu mengingat,

dimana dulu kita bertemu?

Di ruang-ruang kelas yang kelabu,

atau jalanan yang lengang?

Pernahkah kamu mengingatnya?

Kapan dulu kita bertemu?

Diantara musim kemarau yang hangat,

atau ketika hujan membasahi halamanmu?

Pernahkah kamu mencatatnya?

Lupa.

Berdegupkah hatiku saat itu?

atau kamu? berdegupkah hatimu?

Lupa.

Rasanya tidak ada yang pernah tahu

atau berandai-andai bagaimana Tuhan membawamu

bahkan, seorang kawan kelas biasa,

yang kau lupa seperti apa ia dulu

dapat menjadi orang yang membuatmu gugup

sekali tatap

-Asa, 030317