Percakapan Tuan Nona Pt.2

Tuan : Hei, kau tahu mengapa Tuhan menciptakan senyum?

Nona menggeleng lirih

Tuan : Senyum itu luar biasa, lho. ia dapat dimengerti oleh seluruh makhluk di belahan bumi manapun. Coba saja kau buktikan. Pergi kau ke Zimbabwe maupun Tiongkok, ketika kau tersenyum, artinya akan sama. Mengindikasikan bahwa kau bahagia

Tuan tersenyum.

Tuan : Begitupula wajah murung dan air mata. Hapus, Na. Hapus! Jika tidak, seluruh dunia akan tahu bahwa kau bersedih!

-Asa, 020217

Advertisements

Percakapan Tuan Nona Pt.1

Tuan : Berangkat jam berapa?

Nona : rumahku jauh, mungkin jam setengah enam.

Tuan : jadi? kau sarapan dijalan?

Nona : Iya, kenapa kau bisa tahu?

Tuan : Kamu pernah bercerita beberapa ratus senja yang lalu.

Nona : Wah? Ingatan kau kuat juga ya.

Tuan : Ya, begitulah ingatan. kadang dipakai untuk memutar ulang hal yang mungkin takkan terulang.

Nona : Lho, ini kan terulang?

Tuan : Maksudnya, momen kau bercerita tentang itu yang takkan terulang

-Asa, 010217

Kilas Balik

Masihkah kamu mengingat,

dimana dulu kita bertemu?

Di ruang-ruang kelas yang kelabu,

atau jalanan yang lengang?

Pernahkah kamu mengingatnya?

Kapan dulu kita bertemu?

Diantara musim kemarau yang hangat,

atau ketika hujan membasahi halamanmu?

Pernahkah kamu mencatatnya?

Lupa.

Berdegupkah hatiku saat itu?

atau kamu? berdegupkah hatimu?

Lupa.

Rasanya tidak ada yang pernah tahu

atau berandai-andai bagaimana Tuhan membawamu

bahkan, seorang kawan kelas biasa,

yang kau lupa seperti apa ia dulu

dapat menjadi orang yang membuatmu gugup

sekali tatap

-Asa, 030317